"Rumi..jangan dong nak.. tolong jangan dilempar-lempar begitu..", pinta si Ayah.
"Ayah marah?!" rajuknya.
"Nggak.."
"Kenapa?!" bibirnya mulai mewek
"Ya nggak kenapa-kenapa", jawab Ayah
"Tapi kenapa marah?!" ulangnya lagi
"Hmm.." sungut Ayah
"Kenapa hmm?!" kejar Rumi lagi
Begini terus tiap hari, rata-rata 2 atau 3 kali sehari..
Pertanyaannya mengejar sampai dia mendapatkan apa yang menjadi targetnya.
"Ayah, mohooonnn...", pintanya melas sebagai closing dari rengekannya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dialah cinta.. Dialah bahagia.. Dialah yang tak ternilai..
No comments:
Post a Comment